Pernah suatu ketika, saya mendengar entah kapan pastinya dan entah siapa yang berucap..yang jelas sudah lama dan saya lupa.. Heheh Orang itu bilang.. "Kita kan muslim. Pilihnya pemimpin yang muslim lah.. " Meski pernah membaca dalil Al Qurannya. Tetap aja, hati masih meronta. "Lho, kenapa ga boleh pilih yang noni? Kalau jelas lebih baik dari yang muslim?." "Mending kalau yang muslimnya lebih baik. Mau dah milih yang muslim aja. Lha ini, yang muslimnya masih kalah jago.. masih lebih baik yang noni. Bukannya lebih baik milih yang noni aja?" Begitu batin saya dalam hati. Kenapa.. dan kenapa.. Terus bikin saya sempat merasa sebal, kesal, tapi juga penasaran. "Kenapa kok yaa ngotot banget musti muslim." Seolah-olah, mereka yang noni berada di bawah kualitas kita. Seolah-olah cuma umat muslim yang benar. Dan malah terkesan kok kita yang muslim, seperti orang egois ya.. kekanak-kanakan.. maunya benar sendiri.. maunya menang sendiri.. seolah-...
Cinta itu adalah Ketika kita selalu mengingat seseorang, tapi seseorang itu sama sekali tidak mengingat kita Kita tetap selalu yakin atas cinta kita Cinta itu adalah Ketika kita selalu menjadi yang pertama peduli selalu menjadi orang terakhir yang menyerah Meski seseorang tersebut tidak tahu Kita tetap selalu yakin atas cinta kita Tidak berkurang walau sejengkal Cinta itu adalah ketika kita mengorbankan apapun milik kita Tanpa berharap seseorang akan membalasnya Kita tetap bersedia melakukannya Tidak berkurang rasa cintanya Cinta itu adalah Ketika kita selalu lirih menyebut namanya dalam doa Meski seseorang itu sedang tidur, jauh, bahkan tidak menyadarinya Kita tetap berharap yang terbaik Tidak berkurang keyakinan kita *Tere Liye 23-12-2016
Komentar
Posting Komentar