Postingan

Menampilkan postingan dengan label Family Story

The Next Point

Hari demi hari berlalu semakin cepat. Tak peduli apakah kita selalu siap melaluinya.. Tak peduli apakah kita sudah memiliki rencana di setiap paginya.. Tak peduli sudahkah kita mampu menghadapi setiap tantangan yang muncul.. Detik demi detik terus berjalan.. Dan hari terus silih berganti. Tanpa peduli.. Aah.. Rasanya membangun rumah tangga itu sungguh berat & 'penuh pertarungan'. Tak mudah bangun lebih pagi lalu menyiapkan sarapan & makan siang sekaligus. Tak kuat setiap hari menghadapi pekerjaan rumah yang selalu ada meski dikerjakan, tak jua usai. Tak sanggup menyimpan berupa-rupa prasangka sendiri. Berat rasanya hidup setelah pernikahan ini.. Begitu pikir ku kala itu.. Akibatnya fisik mulai 'terlemahkan', pikiran mulai keruh, dan amalan dikerjakan tanpa semangat. Sungguh hari-hari yang suram..hiks Tapi Allah SWT kuatkan, "Tidaklah Allah membebani hamba-Nya kecuali dengan  sesuatu yang dapat dipikulnya." Alhamdulillah ingatan itu terb...

Cerita Petualangan

Gambar
TAIKO adalah novel sejarah Jepang karya penulis cerita legendaris MUSASHI (entah kenapa pernah nge-hits). Taiko berkisah tentang perang antarmarga di Jepang era samurai. Kental dengan unsur sejarah dan politik. Taiko mengingatkanku pada kisah petualangan & kisah detektif yang dulu pernah kubaca. Macam Lima Sekawan, Detektif Conan, 5 Menara, Ranah 3 Warna, Kirika & Kanbayashi, Endensor.. Aah masih banyak lagi..hehehe Dan kisah-kisah macam ini kembali memacu adrenalin ku untuk ikut asyik berpetualang mengikuti para tokoh dalam cerita. Memecahkan beragam persoalan yang seringkali sulit dipecahkan & amat rumit. Kamu tahu, mengapa kisah macam ini begitu seru? Menurutku karena kita akan terpacu dan menjadi ikut semangat, takut, marah & sedih. Dan kita akan belajar bagaimana mengatasi rasa takut.. bagaimana supaya tetap punya semangat.. Karena kisah macam ini tak hanya menyuguhkan kisah asmara remeh macam roman picisan. Karena kisah macam ini terkadang menularkan seman...

Sakral

Gambar
Ada seorang kawan bertanya, "Kenapa ya aku tadi nggak nangis ?" Ia tidak menangis saat prosesi akad nikahnya berlangsung. Menurut saya, beragam faktor bisa saja jadi sebabnya. Entah ia kelelahan sehingga kurang fokus, atau ia terlalu tegang, atau ia sedang bad mood sehingga bawaannya ingin marah..entahlah.. Hehehe Sesampainya di rumah usai menghadiri akad itu. Saya bercerita dari awal sampai akhir soal prosesinya kepada orang tua. Dan saya jadi penasaran soal pertanyaan kawan saya itu. Akhirnya terucaplah tanya, lalu disambut jawaban yang sedikit mencengangkan. Bapak bilang, "Bisa jadi itu karena kurang ikatan batin sama orang tuanya. Suka marah-marah ke orang tua." Saya hanya setengah meyakini opini tersebut.. Tapi saat itu saya tersadar, bahwa bagi bapak, ikatan batin itu penting. Besarnya cinta anak pada orang tua & orang tua pada anak, tercermin dari ikatan itu.                  ...

Sosialita

Gambar
Duduk, makan, dan berbincang tentang banyak hal. Bertukar informasi tentang kabar si anu dan si itu atau sekedar saling menasihati jikalau ada kawan yang sedang tak enak hati. Anis kecil, tak senang dengan agenda ini. Mama akan sibuk menyiapkan suguhan seharian dan orang serumah akan ikut dibuat sibuk. Tentu kami akan kelelahan di malam hari. Lalu saat waktunya tiba, mama akan bersolek secukupnya sambil terus bertanya, "Nis, mama pakai baju apa ya? Mending ini atau yang ini?" Anis kecil belum paham, kenapa mama sibuk sekali 'bermain' dengan kawan sebayanya. Anis kecil hanya merasa, momen macam ini sungguh melelahkan. Ia akan kehilangan sosok mama yang hanya sibuk di dalam rumah. Anis kecil belum paham, bahwa ini adalah momen 'me time-nya' mama. Anis kecil hanya merasa kurang perhatian mama saat momen macam ini tiba. Hehehe *dasar bocah. Maunya diperhatiin mulu..wkwkwk . . . . . . Setelah beranjak dewasa barulah si Anis paham. Bahwa orang dewasa b...

Menua Bersama

Gambar
Mereka duduk berdua di sana.. Di atas singgasana sederhana berupa sepasang kursi plastik berwarna merah dan putih. Mereka memulai hidup bersama mulai dari rumah gubuk tak berkursi. Kemudian waktu berlalu, mereka yang pengantin baru berganti peran menjadi calon ayah & ibu. Maka segala persiapan diupayakan. Merapikan rumah, melengkapi perabotan yang diperlukan, dan terus menabung jika masa yang dinanti tiba. Terus berlalu sang waktu hingga rumah gubuknya berubah menjadi rumah berdinding bata dan bertingkat dua. Yang tadinya tinggal berdua, lalu tinggal bertiga, berempat, dan berlima. Bertambah seorang anak dan dua adik yang ikut merantau. Waktu terus bergulir. Sang adik pun menikah dan hidup jauh terpisah. Tersisa tiga. Kemudian tetiba terjadi hal yang tak terduga, mereka akan segera memiliki seorang anak lagi. Jadilah kini mereka berjumlah empat. Dan masa tak lekas berhenti. Kini sepasang insan tengah duduk berdua. Menyaksikan sepotong kisah dunia lewat layar kaca. Berdua ...

Berbincang

Gambar
Duduk lagi bersama bapak. Berbincang tentang banyak hal. Kembali dipetuahi ini dan itu. Canggung? Ga nyaman? Itu dulu. Mungkin karena momen duduk lalu berbincang ini mulai lebih sering terjadi belakang ini, maka saya mulai lebih lepas bercerita dan makin apa adanya. Sekarang saya lebih paham kapan harus manggut dan mengiyakan.. kapan harus menanggapi.. dan kapan ikut tertawa. Tapi yang jelas.. kalau bercerita sama bapak tak perlu khawatir bikin beliau baper. Justru saya kudu siap-siap dibuat baper..😂😂😂 Lain soal mama.. Kalau sama bu ibu, kudu liat kondisi hati. Kalau nampak tengah banyak beban pikiran tak usahlah kita tambahi bebannya dengan cerita yang serius. Ajak berbincang saja soal hal kocak yang pernah kita alami. Terlebih kalau kejadian itu sedikit banyak berpengaruh sama ibu, beliau mungkin akan merasa itu 'pun cerita dia'. Dan di saat yang sama kita dan ibu tengah menjalin sebuah ikatan rasa yang sama. "Kocak kan ma?...

Percaya Diri

Gambar
Percaya diri itu ketika mama bilang, "Iya, mama doain setiap sholat tanpa diminta juga" Percaya diri itu ketika cerita gembira nan lucu terurai, keduanya ikut tersenyum Percaya diri itu ketika mereka berkata, "Bapak mak, mah dukung-dukung aja, kan anis yang jalanin" Percaya diri itu ketika senyum mereka merekah bersama sekian kecil prestasi yang ku bawa. Dan pada akhirnya merekalah yang membuatku percaya bahwa sekeras-kerasnya dunia, mereka selalu jadi tumpuan pertamaku Merekalah yang membuatku percaya bahwa cinta sejati itu benar adanya Merekalah yang membuatku percaya betapa berharganya hidupku. Karena Allah titipkan diriku pada mereka Merekalah yang membuatku percaya bahwa kita adalah manusia biasa, yang terus berproses menjadi makin baik Merekalah yang membuatku percaya, "Kamu tak sendiri." Maka ingatlah ini anis.. Kamu pernah menangis tersedu sedan ketika mereka lukai hatimu, tapi kemudian kamu lebih sesenggukan dengan nafas terengah ketika ...

Romantisme Mereka

Gambar
Pada satu sore yang amat mendung. Awan sore berubah gelap dan bergemuruh. Di hari itu seorang tetangga ada yang baru saja meninggal dan ayah saya terlibat dalam penguburannya. Namun ternyata jenazah dikuburkan di luar kota. Maka tersisa kami bertiga di rumah. Saya, ibu dan adik. Dan ibu duduk menikmati mendung ditemani sekian gundah dalam dada. Sampai terucaplah dari lisannya, "Bapak pasti lagi capek banget nih. Mama sampai ngerasain." Deg.. Tersentak hati saya. Terkejut juga tersentuh. Ibu saya lebih sering nampak marah dan cekcok kecil dengan ayah. Maka saya tak pernah menyangka ucapan macam itu terlantun dari lisan ibu. Maka saya belajar, romantis itu terkadang tak melulu harus selalu saling merayu  (walaupun setelah dapat ilmunya, saya paham ini pun penting 😅). Cinta dan romantisme itu tak hanya satu bentuknya. Terkadang menasihatkan kebaikan pun adalah cinta.. Terkadang saling menguatkan pun adalah cinta.. Terkadang saling percaya pun adalah cinta.....

Rindu Rumah

Gambar
Dulu ketika masih jadi mahasiswa saya hobinya ngalor ngidul ga tentu. Kadang habis kuliah rapat, kadang main, atau lebih sering pulang ke kosan dan duduk manis di depan laptop. Sejak kuliah, saya sungguh merasa jadi 'besar'. Ya, besar kepala karena merasa keren menyandang gelar sebagai mahasiswi perguruan tinggi negeri. Merasa besar kepala karena tak lagi mewek ketika jauh dari orang tua. Dan merasa besar kepala ketika (dengan sok bangganya) merasa mampu ikut beragam organisasi ini itu. Tapi tak bisa dipungkiri, ketika tiba-tiba tugas kuliah bertumpuk karena seringkali ditunda-tunda. Dan tekanan harus menunaikan tugas organisasi yang lebih dari satu. Ada kalanya menyababkan tubuh tiba-tiba nge-drop. Hingga pernah saya baru sampai kosan, sudah panas dingin. Tak sanggup masuk kuliah dan hanya tertidur di atas kasur. Beruntung saya punya taman sekamar. Setidaknya ada yang bantu ingetin makan dan minum obat saat itu. Saat kepala tak lagi mampu berpikir tentang setumpuk kerjaan,...

Adik dan Kakak

Gambar
SIBLING Saudara sedarah. Adik laki-laki saya Oktober tahun ini menginjak usia sembilan tahun. Jadi teringat dulu, dia amat sangat lucu dan lugu. Digendong siapapun mau. Sampai saya merasa cemburu, " Kok adikku dibawa-bawa sih. Kan capek dianya. " Gerutu saya dalam hati. Hanya wajah cemberut yang tersirat. Semester depan ia sudah kelas tiga. Setiap sahur dan berbuka saya sering iseng bilang, " Inimah anak kelas lima kalee.. " Dan orang tua ikut senyum-senyum sendiri. Habis, setelah disunat, makannya lahap dan tubuhnya keliatan makin tinggi. Bajunya yang sering saya gosok nampak kekecilan jika dia pakai..😂 Dan kadang saya iseng, " Sini de, coba mba Anis ukur tingginya. " Adik saya nurut sambil antusias. Eh, pas dia tempelin badannya di dinding. Saya bilang, " Aah.. ga nambah nih tingginya. Masa dari kemarin masih segini aja. Makanya makan yang banyak, rajin minum susu. " Saya dalam hati juga bingung. Kenapa itu kalau diukur tingg...

Shubuh & Tarawih 1437H

Gambar
TARAWIH Setiap tahun selalu berbeda. Alhamdulillah tahun ini saya stand by di rumah. Dan setelah melalui proses bertahun-tahun akhirnya tahun ini keluarga saya sukses mengutamakan tarawih dibandingkan buka warung...😁 Beberapa tahun sebelumnya, biasanya kami bergantian. Kalau ga jaga warung berarti ikut tarawih dan sebaliknya kalau ga tarawih berarti jaga warung. Biasanya ini mama dan saya yang jalanin. Apes kadang..belain-belain jaga warung daripada tarawih..😂 Lagi-lagi saya bersyukur tahun ini, walau bagaimana pun warung tetap ditutup saat jamnya tarawih. " Biarin aja yang mau beli, belinya ke tempat lain dulu. Tutupnya kita kan juga cuma sebentar. Kita punya rezeki masing-masing ." Ucap bapak . Ini jarang sekali terjadi saudara-saudara..😂 Dan mama saya nurut. Ga buka warung dulu walaupun pengen..😅 Selamet , batin saya..😁 SHUBUH Biasanya sahur pastilah ada yang kelewat. Grusak grusuk karena kesiangan jadi ...