Pernah suatu ketika, saya mendengar entah kapan pastinya dan entah siapa yang berucap..yang jelas sudah lama dan saya lupa.. Heheh Orang itu bilang.. "Kita kan muslim. Pilihnya pemimpin yang muslim lah.. " Meski pernah membaca dalil Al Qurannya. Tetap aja, hati masih meronta. "Lho, kenapa ga boleh pilih yang noni? Kalau jelas lebih baik dari yang muslim?." "Mending kalau yang muslimnya lebih baik. Mau dah milih yang muslim aja. Lha ini, yang muslimnya masih kalah jago.. masih lebih baik yang noni. Bukannya lebih baik milih yang noni aja?" Begitu batin saya dalam hati. Kenapa.. dan kenapa.. Terus bikin saya sempat merasa sebal, kesal, tapi juga penasaran. "Kenapa kok yaa ngotot banget musti muslim." Seolah-olah, mereka yang noni berada di bawah kualitas kita. Seolah-olah cuma umat muslim yang benar. Dan malah terkesan kok kita yang muslim, seperti orang egois ya.. kekanak-kanakan.. maunya benar sendiri.. maunya menang sendiri.. seolah-...
Dr. Raghib Sirjany mengatakan, "Setiap kali kemenangan mendekat, cobaan akan semakin berat. Apabila Muslim sudah sampai pada fase puncak cobaan, maka pertolongan Allah akan datang pada waktu yang tidak disangka-sangka, baik oleh muslim maupun kafir. Allah swt. berfirman, " Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para r asul itu pertolongan Kami, lalu di selamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. D an tidak dapat ditolak siksa Kami daripa da orang-orang yang berdosa." Qs. Yusuf [12] : 110 #dikutip dari buku Dipikir sambil Dzikir karya Zulfi Akmal terbitan Pro-U Media
Komentar
Posting Komentar