Postingan populer dari blog ini
Hari-H
Alhamdulillah om tante. Ustadz ustadzah.. Sekarang kita sudah legaaaa banget. Karena sudah tampil dipanggung. Sudah wisuda pula. Alhamdulillah lancar hafalannya dan keren juga penampilannya.. Tapi om tante.. ustadz ustadzah.. Kita agak sedih campur seneng.. Soalnya pada akhirnya kita 'kena' keisengan bu anis. (Mang bu anis iseng??) Tau ga om tante.. ustadz ustadzah.. waktu itu kita diapain? Kata bu anis setelah prosesi wisuda kita selesai, kita diminta kumpul untuk lepas kostum dan mau di.... DANDANIN.. Hiks..hiks..hiks.. Bu anis sudah giring kita untuk baris dan satu per satu bergiliran dicoret-coret. Bu anis dengan wajah sok serius bin jail bin iseng langsung buat tiga garis lurus di kedua pipi tembem kita yang ternyata itu pakai pensil alis. Bu anis bikin kumis katanya, biar kita mirip singa. Tapi akhwat-akhwat ga mau jadi singa, trus bu anis bilang, "Yaudah kalo akhwat kucing. Kalo ikhwan singa." Trus hidung kami dilumu...
Keinsyafan yang Bertahap
Pernah suatu ketika, saya mendengar entah kapan pastinya dan entah siapa yang berucap..yang jelas sudah lama dan saya lupa.. Heheh Orang itu bilang.. "Kita kan muslim. Pilihnya pemimpin yang muslim lah.. " Meski pernah membaca dalil Al Qurannya. Tetap aja, hati masih meronta. "Lho, kenapa ga boleh pilih yang noni? Kalau jelas lebih baik dari yang muslim?." "Mending kalau yang muslimnya lebih baik. Mau dah milih yang muslim aja. Lha ini, yang muslimnya masih kalah jago.. masih lebih baik yang noni. Bukannya lebih baik milih yang noni aja?" Begitu batin saya dalam hati. Kenapa.. dan kenapa.. Terus bikin saya sempat merasa sebal, kesal, tapi juga penasaran. "Kenapa kok yaa ngotot banget musti muslim." Seolah-olah, mereka yang noni berada di bawah kualitas kita. Seolah-olah cuma umat muslim yang benar. Dan malah terkesan kok kita yang muslim, seperti orang egois ya.. kekanak-kanakan.. maunya benar sendiri.. maunya menang sendiri.. seolah-...
Komentar
Posting Komentar